akhirnya kemaren aq n teman-teman yang lain jadi juga pergi liat teman satu genk yang udah melahirkan,,,
pokoknya asyik dec udah lama g pernah ketemu sama dy lagi,, sekali bertemu udah berubah,,mungkin itu kali ya yang dinamakan kalau udah berkeluarga
mana anak cakep banget...
g kerasa aja waktu gara-gara ngerumpi,,biasa kalau cewek-cewek pada ngumpul keg g tau aja
yang penting hari itu mengasyikan dec g tau kapan bisa ngumpul bareng kq kmren lagi???
Kamis, 12 Januari 2012
Minggu, 08 Januari 2012
tak peduli,,
sudah ku alami perih karna kehilanganmu,,,
sudah ku reguk kecewa karna ditinggalkan,,,
sudah ku di dera rasa luka karna di khianati...
semua itu belum seberapa,,,hanya satu derita yang paling menyiksa...
yaitu mengharapkan seseorang tapi dia tak pernah peduli dengan keadaan kita
menunggu
di saat kau pergi dengan yang laen,,,,,
aku akan menjauh...
dan jangan pernah berpikir aku,, akan membencimu
karna sesungguhnya ku tahu
kebahagiaanmu bukan ada padaku...
dan biarkanlah rasa ini tetap untukku...
dan bilaa di saat kamu di asingkan dan dijauhi semua orang...
carilah aku,, aku yang akan selalu ada bagimu....
mengaerti
jika kamu sibuk dengan urusanmu,,aku akan mengerti
jika kamu tidak punya waktu untukku,, aku akan mengerti
jika kamu belum bisa lepas darinya,, aku akan mengerti
tetapi,,,,,,,,,,,,,,,,,
jika suatu saat nanti aku berhenti mencintaimu,,
itulah giliranmu untuk mengerti aku
Kamis, 05 Januari 2012
ga da yg bisa di hrpkan
Dear dairy,,,,,,
Hari ini aq sedih baget,,, g ada satupun yang yang bisa ngertiin aq
Ntah kenapa,, di saat aq keg gini g ada orang di sekeliling q tuq bantuin…….
Aq minta sama mereka,, karena aq tau mereka punya lebih,,
Tapi apa… Cuma celahan yang aq dapat,,,
Aq tau aq blon bisa berbuat apa2 saat ini……
Saat sholatpun air mata ini berlinang begitu saja
Aq tau ini cobaan yang engkau berikan kepada qu
Smoga di balik semua ini ada hikmahnya,,,,
Hanya itu yang bisa aq harapkan
Senin, 02 Januari 2012
:((
kesallllllllllllllll dari tadi lagi,,ingin memulai selalu g bisa
kalau keq gini kapan selesainya nic pekerjaan!!!
capeekk tau g :((
kalau keq gini kapan selesainya nic pekerjaan!!!
capeekk tau g :((
mengarang dan karangan
1.Pengertian Mengarang dan Karangan
Mengarang berarti menyusun atau merangkai. makna kata merangkai mula-mula terbatas pada pekerjaan yang berhubungan dengan benda konkret. Sejalan dengan perkembangan zaman maka timbullah istilah merangkai kata , merangkai kalimat dan muncullah kegiatan mengarang ,dimana kegiatan ini membutuhkan daya imajinasi penulis dalam menuliskan karya atau tulisan yang akan dibuatnya. Sebenarnya kegiatan mengarang ini tidak harus tertulis. Seperti halnya berkomunikasi, kegiatan mengarang juga menggunakan bahasa sebagai mediumnya, misalnya dalam sebuah diskusi atau berpidato secara serta merta (impromtu) si pembicara sebetulnya “bekerja keras” memfokuskan diri sambil memikirkan susunan kata , pilihan kata, pada saat akan berbiacara.
Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa mengarang adalah pekerjaan merangkai kata, kalimat, dan alinea untuk menjabarkan dan mengulas topik guna memperoleh hasil akhir berupa karangan. Menurut pendapat Widyamartaya dan Sudiati (1997:77) , mengarang adalah “keseluruhan rangkaian kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan penyampaian melalui bahasa tertulis kepada pembaca.
2. Penggolongan Karangan Menurut Bobot Isinya
2.1 Karangan Ilmiah , Semilmiah , dan Nonilmiah
Karangan terbagi atas tiga jenis yaitu :
a) Karangan ilmiah adalah tulisan yang berisi argumentasi/pendapat yang dikomunikasikan lewat bahasa tulis yang formal dengan sistematis-metodis, dan sintetis-analitis. Contoh: laporan, skripsi, tesis, dan disertasi .
b) Karangan semiilmiah adalah tulisan yang berisi informasi faktual yang diungkapkan dengan bahasa semiformal , namun tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah. Contoh: artikel, editorial, opini , tips, reportase.
c) Karangan nonilmiah adalah tulisan yang berisi informasi yang dikomunikasikan lewat bahasa tulis yang tidak terikat pada aturan baku. Contoh: puisi, dongeng, cerpen, hikayat, roman dan naskah drama.
2.2 Ciri Karangan Ilmiah dan Semiilmiah
Ciri karangan ilmiah :
1. Merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif) berarti penelitian yang faktanya sesuai dengan objek yang diteliti.
2. Bersifat metodis dan sistematis. Maksudnya, pembahasan masalah menggunakan metode atau cara tertentu dengan langkah yang teratur (sistematis).
3. Pembahasan tulisan ilmiah menggunakan laras ilmiah yang bersifat lugas agar tidak menimbulkan makna ganda (ambigu).
Dalam kegiatan mengarang ini penulis harus benar-benar berhati-hati menggunakan bahasa dalam penulisan, seperti yang dikatakan oleh seorang pakar penulisan ilmiah Jujun Suriasumantri (1986:58) bahwa penulis ilmiah harus menggunakan bahasa yangb baik dan benar. Sebuah kalimat yang tidak bisa diidentifikasikan mana yang merupakan predikat serta hubungan apa yang terkait antara subjek dan predikat kemungkinan besar akan merupakan informasi yang tidak jelas.
Pakar lain Surakhmat (1979:1) mengatakan bahwa “ bahasa adalah medium terpenting di dalam karangan”. Jadi, perlu kita sadari betapa pentingnya menguasai keterampilan berbahasa dalam mengarang.
3. Penggolongan Karangan Menurut Cara Penyajian dan Tujuan Penyampaiannya
Karangan merupakan hasil penjabaran suatu gagasan secara resmi dan teratur tentang suatu pokok bahasan. Dalam praktiknya karangan murni yang dapat berdiri sendiri sebagai karangan yang lengkap adalah narasi, eksposisi dan persuasi, sedangkan deskripsi dan argumentasi hanya sebagai pelengkap dari karangan lain. Dari keterangan diatas dapat kita ketahui bahwa ada tiga jenis karangan yang utuh berdiri sendiri yaitu narasi, eksposisi, dan persuasi. Pada umumnya, karangan ilmiah berbentuk argumentasi dengan bantuan deskripsi sebagai bantuan. Untuk itu seorang penulis perlu mengetahui ciri setiap jenis karangan. Berdasarkan cara penyajian dan tujuan penyampaiannya, karangan terbagi atas enam jenis, yaitu :
1. Karangan Deskripsi
Merupakan bentuk tulisan yang bertujuan memperluas pengetahuan dan pengalaman pembaca dengan melukiskan objek yang sebenarnya. Penulis harus sangggup mengembangkan suatu objek dengan merangkai kata-kata yang penuh arti sehingga pembaca seolah-olah melihat,merasakan dan menikmati objek tersebut karena karangan ini lebih menonjolkan aspek pelukisan tentang sesuatu benda ataupun suatu hal. Untuk itu diperlukan beberapa pendekatan , yaitu:
a. Pendekatan Realistis adalah pendekatan yang berdasarkan realita / sesuai dengan keadaan yng sebenarnya.
b. Pendekatan Impresionistis adalah pendekatan yang menggambarkan sesuatu secara subjektif.
2. Karangan Narasi
Berasal dari (narration= bercerita) adalah suatu bentuk tulisan yang berusaha menciptakan, mengisahkan, merangkaikan tindak tanduk perbuatan manusia dalam suatu peristiwa secara kronologis. Karangan ini memiliki dua sifat, yaitu (1) narasi ekspositoris/narasi faktual adalah narasi yang memberi informasi kepada pembaca agar pengetahuannya bertambah, dan (2) narasi sugesti /narasi berplot adalah narasi yang menimbulkan daya khayal pembaca.
3. Karangan Eksposisi
Kata eksposisi berasal dari bahasa Inggris “exposition” berarti membuka atau memulai. Karangan jenis ini bertujuan untuk memberi tahu, mengupas, menguraikan, atau menerangkan sesuatu. Masalah yang dipublikasikan terutama adalah pemberitahuan atau informasi, contohnya dalam media massa berita diexpose atau dipaparkan dengan tujuan memperluas pengetahuan pembaca.
4. Karangan Argumentasi
Bertujuan untuk meyakinkan pembaca agar menerima atau mengambil suatu sikap dan tingkah laku tertentu. Karangan ini memiliki ciri sebagai berikut:
a. Mengemukakan alasan dengan tujuan mempengaruhi pembaca
b. Memecahkan suatu masalah
c. Mendiskusikan suatu persoalan tanpa perlu mencapai penyelesaian
5. Karangan Persuasi
Dalam bahasa inggris kata to persuade berarti membujuk atau meyakinkan. Jadi,karangan persuasi merupakan karangan yang bertujuan membuat pembaca merasa yakin, percaya dan terbujuk akan hal-hal yang dikomunikasikan baik itu berupa fakta,pendapat/gagasan seseorang. Fakta-fakta yang relevan dan jelas harus diuraikan sedemikian rupa sehingga dapat meyakinkan pembaca. Dilihat dari segi medan pemakainya,karangan persuasi terbagi atas empat macam, yaitu:
a. Persuasi politik
Sering digunakan dalam bidang politik dan kenegaraan. Para ahli politik menggunakan persuasi ini untuk kepentingan politik dan negara.
b.Persuasi pendidikan
Digunakan oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang pendidikan. Misalnya, seorang guru menggunakan persuasi ini untuk mempengaruhi anak didiknya supaya giat belajar.
c.Persuasi advertensi
Advertensi atau sering dikenal dengan istilah iklan atau jasa. Melalui persuasi ini diharapkan kepada pembaca bisa mengenali,mengetahui serta ingin memiliki suatu barang atau jasa yang ditawarkan.
d.Persuasi propaganda
Persuasi ini sering dipakai dalam kegiatan kampanye agar tujuan pembaca dan pendengar menuruti ajakan dari kampanye tersebut.
6. karangan campuran
karangan jenis ini lebih di kenal dengan karangan kombinasi. Isinya dapat merupakan gabungan eksposisi dan deskripsi atau eksposisi dengan argumentasi.
puisi lama
PUISI LAMA
Puisi adalah bentuk karangan yang terkikat oleh rima, ritma, ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat. Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.
A. PUISI LAMA
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain :
- Jumlah kata dalam 1 baris
- Jumlah baris dalam 1 bait
- Persajakan (rima)
- Banyak suku kata tiap baris
- Irama
1. Ciri-ciri Puisi Lama
Ciri puisi lama:
a) Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya
b) Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan
c) Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima
2. Jenis Puisi Lama
Yang termasuk puisi lama adalah
a) Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib
b) Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka
c) Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek
d) Seloka adalah pantun berkait
e) Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat
f) Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita
g) Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris
3. Contoh dari Jenis-jenis Puisi Lama
a) Mantra
Assalammu’alaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu
b) Pantun
Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukan ke dalam hati
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukan ke dalam hati
c) Karmina
Dahulu parang, sekarang besi (a)
Dahulu sayang sekarang benci (a)
Dahulu sayang sekarang benci (a)
d) Seloka
Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan
e) Gurindam
Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )
Bagai rumah tiada bertiang ( b )
Jika suami tiada berhati lurus ( c )
Istri pun kelak menjadi kurus ( c )
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )
Bagai rumah tiada bertiang ( b )
Jika suami tiada berhati lurus ( c )
Istri pun kelak menjadi kurus ( c )
f) Syair
Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)
g) Talibun
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak pun beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu
Yu beli belanak pun beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanak pun cari isi
Induk semang cari dahulu
Ibu cari sanak pun cari isi
Induk semang cari dahulu
4. Ciri-ciri dari jenis puisi lama
a) Mantra
Ciri-ciri:
Ø Berirama akhir abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde.
Ø Bersifat lisan, sakti atau magis
Ø Adanya perulangan
Ø Metafora merupakan unsur penting
Ø Bersifat esoferik (bahasa khusus antara pembicara dan lawan bicara) dan misterius
Ø Lebih bebas dibanding puisi rakyat lainnya dalam hal suku kata, baris dan persajakan.
b) Pantun
Ciri – ciri :
Ø Setiap bait terdiri 4 baris
Ø Baris 1 dan 2 sebagai sampiran
Ø Baris 3 dan 4 merupakan isi
Ø Bersajak a – b – a – b
Ø Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
Ø Berasal dari Melayu (Indonesia)
c) Karmina
Ciri-ciri karmina
Ø Setiap bait merupakan bagian dari keseluruhan.
Ø Bersajak aa-aa, aa-bb
Ø Bersifat epik: mengisahkan seorang pahlawan.
Ø Tidak memiliki sampiran, hanya memiliki isi.
Ø Semua baris diawali huruf capital.
Ø Semua baris diakhiri koma, kecuali baris ke-4 diakhiri tanda titik.
Ø Mengandung dua hal yang bertentangan yaitu rayuan dan perintah.
d) Seloka
Ciri-ciri seloka
Ø Ditulis empat baris memakai bentuk pantun atau syair,
Ø Namun ada seloka yang ditulis lebih dari empat baris.
e) Gurindam
Ciri-ciri gurindam
Ø Baris pertama berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian
Ø baris kedua berisikan jawabannya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi.
f) Syair
Ciri-ciri syair
Ø Terdiri dari 4 baris
Ø Berirama aaaa
Ø Keempat baris tersebut mengandung arti atau maksud penyair
g) Talibun
Ciri-ciri:
Ø Jumlah barisnya lebih dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya.
Ø Jika satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi.
Ø Jika satu bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi.
Ø Apabila enam baris sajaknya a – b – c – a – b – c.
Ø Bila terdiri dari delapan baris, sajaknya a – b – c – d – a – b – c – d
arti cinta
cinta tak harus memiliki itu bohong,,,,,
semua orang ingin memiliki,,
bahkan, terkadang harus saling memiliki!!!
melihat orang yang kita cinta bahagia dengan
orang lainpun juga bohong,,,,
kita hanya berpura-pura bahagia di saat hati kita sakit
itu mengajarkan kita untuk munafik..
lebih bahagia di cintai dari pada mencintai itu salah,,,,
karna saat kita di cintai kita hanya merasa bangga
tapi di saat kita mencintai kita bisa merasakan arti cinta
yang sesungguhnya........
semua orang ingin memiliki,,
bahkan, terkadang harus saling memiliki!!!
melihat orang yang kita cinta bahagia dengan
orang lainpun juga bohong,,,,
kita hanya berpura-pura bahagia di saat hati kita sakit
itu mengajarkan kita untuk munafik..
lebih bahagia di cintai dari pada mencintai itu salah,,,,
karna saat kita di cintai kita hanya merasa bangga
tapi di saat kita mencintai kita bisa merasakan arti cinta
yang sesungguhnya........
pandangan terhadap sebuah novel
sastra merupakan ungkapan perasaan dari penciptaan yang berupa pengalaman, perasaan, pikiran, ide, semgat, keyakinan.
novel merupakan bacaan para remaja pada umumnya, novel dibaca untuk memberikan hiburan bagi pembacanya sendiri.
sastra pada saat ini sudah sangat bagus dimana sebelumnya sudah banyak sastrawan-sastrwan terdahulu yang banyak sekali mengekspresikan karya-karyanya.
sampai pada saat ini masih banyak sastrwan yang ada di luar sana menuliskan karyanya.
maka dari itu khususnya anak bahasa indonesia harus bisa menjadi sastrawan untuk ke depannya.
novel merupakan bacaan para remaja pada umumnya, novel dibaca untuk memberikan hiburan bagi pembacanya sendiri.
sastra pada saat ini sudah sangat bagus dimana sebelumnya sudah banyak sastrawan-sastrwan terdahulu yang banyak sekali mengekspresikan karya-karyanya.
sampai pada saat ini masih banyak sastrwan yang ada di luar sana menuliskan karyanya.
maka dari itu khususnya anak bahasa indonesia harus bisa menjadi sastrawan untuk ke depannya.
teman satu kelas hhmmmmm
gimana yac,, mungkin blon terlalu kenal makanya kurang tau juga sic
ada pepatah mengatakan kalau tak kenal maka tak sayang,,,hehehe
emang betul sic,,
tapi sekarang udah kenal sama anak satu kelas orangnya kompak n mengasyikan lagi, udah kayak saudara
ada sic sebahagian yang g mau kenal sama orang,kalau aku sic orangnya terbuka siapa aja yang mau berteman silahkan,,welcome
gimana yac,, mungkin blon terlalu kenal makanya kurang tau juga sic
ada pepatah mengatakan kalau tak kenal maka tak sayang,,,hehehe
emang betul sic,,
tapi sekarang udah kenal sama anak satu kelas orangnya kompak n mengasyikan lagi, udah kayak saudara
ada sic sebahagian yang g mau kenal sama orang,kalau aku sic orangnya terbuka siapa aja yang mau berteman silahkan,,welcome
Minggu, 01 Januari 2012
kritik terhadap dosen
kalau bagi saya semua dosen pada umumnya sama aja ya,,,
dimana dy mendidik dan mengarahkan mahasiswanya
emang sic ada sebagian dosen yang orangnya cuek terhadap mahasiswa,,
sekarang tergantung pada mahasiswanya
kalau emang dosennya cuek atau g mo tau kita bisa diskusi sama teman satu kelas untuk memecahkan masalah pelajaran.
intinya mahasiswa di tuntut untuk lebih aktif kalu ingin maju
dimana dy mendidik dan mengarahkan mahasiswanya
emang sic ada sebagian dosen yang orangnya cuek terhadap mahasiswa,,
sekarang tergantung pada mahasiswanya
kalau emang dosennya cuek atau g mo tau kita bisa diskusi sama teman satu kelas untuk memecahkan masalah pelajaran.
intinya mahasiswa di tuntut untuk lebih aktif kalu ingin maju
aku anak ke lima dari enam bersaudara,,,,,,,semuanya udah pada berkeluarga tinggal aku n adikku,dy masih sekolah di smp 13 tepatnya ia masih duduk di kelas tiga,,,,,,,,
kami sering berantem maklum anak paling bontot cowok lagi,,,,,tappiiiiii kalo ada maunya aja pasti baeknya minta ampun,,emeng sic pasti setiap orang kalau ada maunya pasti super-super baik.
termasuk adek aq,contohnya kalau lagi kesulitan dalam belajar atau apapun itu jenis,,pasti dy datang sama aku kita sebagai kakak hanya bisa menolong bagaimanapun dy adekku,,
kadang dy juga asik anaknya,kalau aku lagi kesusahan dy juga mau membantu aq
pokoknya kami saling berbagi,,,
kalo g ada di antara kami di rumah pasti nanya ke orang tua,
kami saling membutuhkan satu sama lain,mungkin ini kali yang dinamakan saudara saling berbagi
kami sering berantem maklum anak paling bontot cowok lagi,,,,,tappiiiiii kalo ada maunya aja pasti baeknya minta ampun,,emeng sic pasti setiap orang kalau ada maunya pasti super-super baik.
termasuk adek aq,contohnya kalau lagi kesulitan dalam belajar atau apapun itu jenis,,pasti dy datang sama aku kita sebagai kakak hanya bisa menolong bagaimanapun dy adekku,,
kadang dy juga asik anaknya,kalau aku lagi kesusahan dy juga mau membantu aq
pokoknya kami saling berbagi,,,
kalo g ada di antara kami di rumah pasti nanya ke orang tua,
kami saling membutuhkan satu sama lain,mungkin ini kali yang dinamakan saudara saling berbagi
aku lahir di pekanbaru,tinggal di jalan kartini
aku mempunyai empat sahabat yang kebetulan tinggalnya g jauh
yang satu lagi tinggal di asrama polisi di jalan kartini,,yang satu lagi di ronggo n yang terakhir di kulim sicc,,,
kami berempat selalu pergi sama barangkat kuliah pokoknya asyik dec
kalau daerah tempat tinggal aku orangnya baek smua udah kayak saudara pokoknya
susah senang sama2,,intinya saling berbagi dec.......
aku mempunyai empat sahabat yang kebetulan tinggalnya g jauh
yang satu lagi tinggal di asrama polisi di jalan kartini,,yang satu lagi di ronggo n yang terakhir di kulim sicc,,,
kami berempat selalu pergi sama barangkat kuliah pokoknya asyik dec
kalau daerah tempat tinggal aku orangnya baek smua udah kayak saudara pokoknya
susah senang sama2,,intinya saling berbagi dec.......
dear dairy,,,knp setiap kehilangan baru terasa...
aq binggung knp setiap org yang syng ama aq,,aq g ngerespec sdikt pun, padhal dy selalu memperhatikan aq dari segi hal apapun,,,tapiiii setelah aq dac mlai tuq suka ama dy,dy g kq dulu lagi np mesti kq gitu aq dc terlnjur syg ama dy,tpi dy na yg cuek ama aq skrg,,andai waktu bisa di putar g akn aq aku sia2 kan tapi apa boleh buat... aq hnya bisa berhrp suatu saat nanti dy akan dtg kmbli kpda q,,,,,,,,,,,,
aq binggung knp setiap org yang syng ama aq,,aq g ngerespec sdikt pun, padhal dy selalu memperhatikan aq dari segi hal apapun,,,tapiiii setelah aq dac mlai tuq suka ama dy,dy g kq dulu lagi np mesti kq gitu aq dc terlnjur syg ama dy,tpi dy na yg cuek ama aq skrg,,andai waktu bisa di putar g akn aq aku sia2 kan tapi apa boleh buat... aq hnya bisa berhrp suatu saat nanti dy akan dtg kmbli kpda q,,,,,,,,,,,,
Jumat, 30 Desember 2011
Inilah Hidup
yang di kagumi kadang tak mengerti
yang di rindukan kadang tak tau
yang di cinta kadang tak merasa
yang di inginkan kadang tak sejalan
dan yang tak di sangka kadang terdaji
inilah hidup,,,,
jadi jalanilah dengan sebijak mungkin
tegar
kadang...
ada saat, dimana aku harus menghadapi semua dengan sendiri
meski hati menangis,,
tak ada pilihan lain selain berusaha tegar
keadaan yang memaksaku,,
harus kuat
meski sebenarnya ku tak mampu....
ada saat, dimana aku harus menghadapi semua dengan sendiri
meski hati menangis,,
tak ada pilihan lain selain berusaha tegar
keadaan yang memaksaku,,
harus kuat
meski sebenarnya ku tak mampu....
LAPORAN BACAAN
Judul buku : Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis
Pengarang : Prof. Drs. M. Ramlan
Tahun Penerbit : 1986
Penerbit : CV. Karyono- Yogyakarta
Cetakan : 4
Tebal Buku : 172 halaman
Garis Besar Buku : Sintaksis
SINTAKSIS
1. Pendahuluan
Istilah sintaksis berasal dari bahasa Belanda yaitu syntaxis. Dalam bahasa inggris digunakan istilah syntax. Sintaksis ialah bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa dan frase, berbeda dengan morfologi yang membicarakan seluk-beluk kata dan morfem.
2. Kalimat
Kalimat ada yang terdiri dari satu kata, misalnya Ah!, ada yang terdiri dari dua kata, misalnya itu baju, dan ada yang terdiri dari tiga, empat kata dan seterusnya. Sebenarnya yang menentukan satuan kalimat bukan banyaknya kata yang menjadi unsurnya, melainkan intonasinya. Setiap satuan kalimat dibatasi oleh adanya jeda panjangnya yang disertai nada akhir turun atau naik.
Contoh: sampai saat ini ani juga belum datang, padahal dia sudah janji untuk datang ke rumah aku untuk membuat tugas dari sekolah, tidak tau kenapa sampai saat ini dia juga belum datang, teman yang lain sudah pada gelisah menunggunya, takut terjadi sesuatu kepadanya.
Dari contoh kalimat di atas jelas bahwa yang dimaksud dengan istilah kalimat di sini ialah satuan gramatik yang dibatasi oleh adanya jeda panjang yang disertai nada akhir turun atau naik.
-Kalimat berklausa adalah kalimat yang di samping unsur intonasi, yang terdiri dari satuan yang berupa klausa. Dalam tulisan ini klausa dijelaskan sebagai satuan gramatik yang terdiri dari P, disertai S, O, PEL dan KET atau tidak. Dengan ringkas klausa ialah (S) P (O) (PEL) (KET). Tanda kurung menandakan bahwa apa yang terletak dalam kurung itu bersifat manasuka, maksudnya boleh ada, boleh tidak.
Contoh : Bapak Gubernur besok pagi akan ke Jakarta, yang terdiri dari S ialah bapak Gubernur, ket ialah besok pagi dan P, ialah akan ke Jakarta.
-Kalimat tak berklausa ilah kalimat yang di samping unsur intonasinya tidak terdiri dari klausa, misalnya: Astaga!, Selamat malam!
Kalimat dapat digolongkan menjadi 3 golongan
a. Kalimat Berita, dalam kalimat berita tidak terdapat kata-kata tanya seperti apa, siapa, dimana, mengapa, kata-kata ajakan serta kata larangan.
Contoh: jalan itu gelap
b. Kalimat Tanya, kalimat tanya pada umumnya berfungsi untuk menanyakan sesuatu, apa, siapa, kenapa, bagaimana, mengapa.
Contoh: Apa yang dibawa petani itu?
c. Kalimat Suruh, berdasrkan fungsinya dalam hubungan situasi, kalimat suruh mengharapkan tanggapan yang berupa tindakan dari orang yang diajak berbicara. Kalimat suruh dibagi menjadi 4 yaitu
1). Kalimat suruh yang sebenarnya, ditandai oleh pola intonasi suruh.
Contoh: duduk !
Beristirahatlah !
2). Kalimat Persilahkan, ditandai juga oleh penambahan kata silahkan atau persilahkan yang diletakkan di awal kalimat. S kalimat boleh digunakan boleh juga tidak.
Contoh: Silahkan Bapak duduk di sini
3). Kalimat Ajakan, kalimat ini ditandai dengan kata-kata ajakan, mari dan ayo.
Contoh: Mari kita berangkat sekarang.
4). Kalimat Larangan, ditandai oleh adanya kata jangan di awal kalimat. Partikel lah juga bisa ditambahkan pada kata tersebut untuk memperhalus larangan.
Contoh: Jaganlah kamu berangkat sendiri !
3. Klausa
Sebelumnya sudah pernah dijelasakan bahwa setiap kalimat terdiri dari unsur. Unsur yang pertama berupa intonasi, dan yang kedua sebagian besar berupa klausa, tetapi ada juga berupa bukan klausa. Sebenarnya unsur inti klausa ialah S dan P. Namun demikian, S sering juga dibuangkan, misalnya dalam kalimat luas sebagai akibat penggabungan klausa, dan dalam kalimat jawaban.
Contoh: Karmila menangis menghadap ke tembok
a. Analisis klausa berdasarkan fungsi unsur-unsurnya
1). S dan P
Contoh: Badannya sangat lemah, unsur badanya merupakan S klausa dan unsur sangat lemah merupakan P-nya.
2). O dan Pel
Contoh: Tokohnya menjual obat-obatan, unsur obat-obatan merupakan O
3). Ket
Unsur klausa yang tidak menduduki fungsi S, P, O dan Pel dapat diperkirakan menduduki fungsi KET. Berbeda dengan O dan Pel yang selalu terletak di belakang P, dalam suatu klausa Ket pada umumnya mempunyai letak yang bebas, artinya dapat terletak di depan S-P, dapat terletak di antara S dan P, dan dapat juga terletak di belakang sekali. Hanya tidak boleh terletak di antara P dan O dan di antara P dan pel boleh dikatakan selalu menduduki tempat langsung di belakang P, setidaknya mempunyai kecenderungan demikian.
Contoh: Akibat taufan desa-desa itu musnah, yang menduduki fungsi ket ialah unsur akibat taufan yang terletak di depan S-P. Unsur ket itu dapat dipindahkan ke antara S dan P dan dapat juga dipindahkan ke belakang S-P, menjadi
Desa-desa itu akibat taufan musnah.
Desa-desa itu musnah akibat taufan.
b. Penggolongan kata berdasarkan Kategori kata atau frase yang menduduki fungsi P, dibagi menjadi 4 golongan:
1). Klausa Nominal, klausa yang P –nya terdiri dari kata atau frase golongan N. Contoh: yang dibeli orang itu sepeda
2). Klausa Verba, klausa P-nya terdiri dari kata atau frase golongan V
Contoh: petani mengerjakan sawahnya dengan tekun. Pada tataran klausa verba mempunyai kecenderungan menduduki fungsi P. Misalnya kata-kata mengerjakan, memeriksa, subur, dan panas. Kata verba digolongkan menjadi
-Klausa verba yang ajektif
Klausa ini P-nya terdiri dari kata golongan verba yang termasuk golongan kata sifat, atau terdiri dari frase golongan verba yang unsur pusatnya berupa kata sifat.
Contoh: udaranya panas sekali
Anaknya pandai-pandai
-Klausa verba yang intransitif
Klausa ini P-nya terdiri dari kata verbal yang termasuk golongan kata kerja yang intransitif terdiri dari frase verbal yang pusatnya berupa kata kerja intransitif.
Contoh: burung-burung beterbangan di atas permukaan air laut.
Anak-anak sedang bermain-main di teras belakang.
-Klausa verbal yang aktif
Klausa ini P-nya terdiri dari frase verbal yang unsur pusatnya berupa kara kerja yang transitif.
Contoh: Arifin menghirup kopinya.
-Klausa verbal yang pasif
Klausa ini P-nya terdiri dari frase verbal yang unsur pusatnya berupa kata kerja pasif.
Contoh: Saya sesalkan keputusan itu.
Para wisatawan akan terpikat oleh keagungan alam.
-Klausa verbal yang refleksif
Klausa ini P-nya terdiri dari kata verbal yang termasuk golongan kata kerja refleksif, ialah kata kerja bentuk meN-diikuti diri.
Contoh: anak-anak itu menyembunyikan diri
-Klausa verbal yang resiprok
Klausa ini P-nya terdiri dari kata verbal yang termasuk golongan kata kerja resiprok, ialah kata kerja yang berbentuk saling meN, ber-an, dan (saling) meN
Contoh: mereka saling memukul
4. Frase
Frase adalah satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi.
Contoh: yang sedang membaca
akan pergi
dari contoh di atas dapat dikemukakan bahwa frase mempunyai dua sifat,yaitu
1). Frase merupakan satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih.
2). Frase merupakan satuan yang tidak melebihi batas fungsi, maksudnya frase itu selalu terdapat dalam satu fungsi, ialah dalam S, P, O, PEL dan KET.
Apabila frase itu terdiri dari dua kata, misalnya frase akan pergi, dengan mudah dapat di tentukan bahwa kedua kata itu merupakan unsurnya, tetapi apabila frase itu terdiri dari tiga kata atau lebih untuk dapat menentukan unsurnya harus diperhatikan adanya prinsip hirarki dalam bahasa.
Frase Endosentrik dan Eksosentrik
Frase endosentrik adalah frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya, baik semua unsurnya maupun salah satu dari unsurnya. Sedangkan frase eksosentrik ialah tidak mempunyai distribusi yang sama dengan semua unsur.
Contoh: dua orang mahasiswa sedang membaca buku baru di perpustakaan.
Frase eksosentrik ialah frase di perpustakaan. Frase tersebut tidak mempunyai distribusi yang sama dengan semua unsurnya. Ketidaksamaannya dapat dilihat di bawah ini:
dua orang mahasiswa sedang membaca buku baru di perpustakaan.
* dua orang mahasiswa sedang membaca buku baru di --
* dua orang mahasiswa sedang membaca buku baru – perpustakaan
Frase endosentrik dibedakan menjadi 3
1). Frase Endosentik yang Koordinatif, yaitu terdiri dari unsur-unsur yang setara. Kesetaraannya itu dibuktikan oleh kemungkinan unsur-unsur itu dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau, contoh
Rumah perkarangan
Pembangunan dan pembaharuan
2). Frase Endosentrik yang Atributif, yaitu frase golongan ini terdiri dari unsur-unsur yang tidak setara. Karena itu, unsur-unsurnya tidak mungkin dihubungkan dengan kata penghubung dan atau atau, contoh
Buku baru
Sedang belajar
3). Frase Endosentrik yang Apositif, contoh
Ahmad, anak Pak Sastro, sedang belajar
Ahmad - sedang belajar
- anak Pak Sastro sedang belajar
jadi unsur Pak Sastro dapat menggantikan unsur Ahmad.
-Frase Nominal, ialah frase yang memiliki frase distribusi yang sama dengan kata nominal. Persamaan distribusi itu dapat diketahui dengan contoh:
Ia membeli baju baru
Ia membeli baju
Frase baju baru dalam klausa di atas mempunyai distribusi yang sama dengan kata baju. Kata baju termasuk kata nominal, karena itu frase baju baru termasuk golongan frase nominal.
-Frase Verbal, ialah frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan golongan verba. contoh
dua orang mahasiswa sedang membaca buku baru di perpustakaan.
dua orang mahasiswa - membaca buku baru di perpustakaan.
Frase sedang membaca dalam klausa di atas mempunyai distribusi yang sama dengan kata membaca. Kata membaca termasuk golongan verba, karena itu frase sedang membaca juga termasuk golongan verba.
Manfaat
Buku ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa terutama yang belajar bahasa indonesia dimana di dalam buku ini dijelaskan pembentukan kata yang berupa S, P, O, Ket dan Pel. Jadi kita bisa mengetahuinya dari mana datangnya pola atau pembentukan kata tersebut.
Kritik
Buku pembahasan sintaksis ini suduh cukup bagus, dimana di dalam buku ini sudah dijelaskan dan disertai contoh-contohnya tetapi akan lebih bagus dengan adanya diagram sehingga pembaca akan lebih mudah untuk memahaminya.
Komentar saya
Pada buku pembahasan sintaksis sudah cukup bagus dimana di dalam buku ini sudah dijelaskan dengan rinci dan disertai contoh-contohnya tetapi di dalam buku ini ia tidak menggunakan diagram, dengan adanya diagram maka para pembaca akan lebih mudah untuk memahaminya. Buku pembanding yang saya gunakan dalam laporan bacaan ini adalah buku pengajaran sintaksis yang pengarangnya Prof. DR. Henry Guntur Tarigan yang diterbitkan oleh Angkasa Bandung, dimana di dalam buku ini penjelasannya lebih bagus dan disertai contoh-contonya dan adanya diagram sehingga mudah untuk di mengerti oleh pembacanya.
Langganan:
Postingan (Atom)